Saturday, May 17, 2014

Cerita dari Kancuu, Memberdayakan yang Terpinggir

Konflik Bernuansa SARA yang terjadi berkepanjangan di Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah,membawa cerita kepedihan tersendiri di hati masyarakat kabupaten poso yang mengalaminya.

Demikian juga yang terjadi pada keluarga bapak Djekson Ewagola.Desa Masani,sebagai desa tempat tinggal bapak Djekson Ewagola adalah salah satu desa dari sekian desa yang terkena konflik bernuansa SARA di Kabupaten Poso.Rumah beserta harta benda yang di punyai,dalam sekejap habis begitu saja.

Dengan kepedihan hati,bapak Djekson Ewagola memboyong keluarganya untuk mengungsi menyelamatkan diri,maka Desa Kancuu yang terletak sekitar 110 km dari kota poso yang berada pada kecamatan pamona Timur menjadi tujuan untuk mengadu nasib dari Bapak Djekson Ewagola.

Dengan hanya berbekal sepuluh jari saja Bapak djekson memulai hidup di desa Kancuu.Dengan hanya seorang diri Bapak Djekson membuka hutan untuk bisa di pakai berkebun.Belum ada alat yang memadai pada saat itu seperti sensor,bapak Djekson hanya memakai kampak, dan penebangan sampai pembakaran di lakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan.Setelah itu untuk langkah awal di Tanami dengan tanaman cabe,sayur sawi,sayur bayam.sambil menunggu dari hasil tanaman itu bapak djekson Ewagola mengambil bibit kakao di desa Matako,untuk di Tanami di lahan yang sudah di bukanya.

Untuk tanaman cabe dan sayuran setelah 3 bulan sudah menghasilkan.untuk cabe sekali panen sampai 150 kati (kati adalah tempat sabun wings yang di pakai untuk mengukur) dan harga 1 kati 2.500,- yang di jual di pasar tradisional di tentena ibukota kecamatan yang berjarak 48 km dari desa kancuu.demikian juga dengan sayur sawi dan bayam.Hasil dari berkebun tanaman cabe dan sayuran sudah bisa menghidupi kehidupan awal bapak djekson ewagola di desa Kancuu.Walaupun masih sangat berkekurangan,akan tetapi dengan penuh rasa syukur Bapak djekson menjalani kehidupan ini.

Seiring berjalannnya waktu,kondisi perekonomian keluarga bapak djekson ewagola sudah ada peningkatan.Dengan masuknya program READ (Rural Empowerment and Agricultural Development) di desa kancuu pada tahun 2009 Bapak Djekson mendapat kesempatan untuk meminjam dana bergulir pada seksi pengembangan usaha dana bergulir yang di kelola oleh UPDD (unit pengelola dana desa) dan mendapat pinjaman 1.000.000,-. Dengan dana tersebut Bapak Djekson Ewagola bisa membeli pupuk,obat-obatan untuk tanaman kakaonya.

Pada Tahun 2012,kelompok yang ada di lebur menjadi kelompok per komoditi sesuai dengan usaha yang ada.Bapak Djekson ewagola masuk pada kelompok READ komoditi kakao 2.

Dengan masuknya bapak Djekson pada kelompok ini lebih menyemangati bapak Djekson ewagola dalam mengolah kebun kakaonya.Kegiatan kelompok READ kakao yakni kegiatan mesale (gotong-royong) yang di lakukan setiap minggu secara bergantian pada anggota kelompok itu sendiri sangat di rasakan manfaatnya.Kegiatan pemangkasan,sanitasi,pemupukan yang selama ini di lakukan sendiri oleh bapak djekson yang biasanya seminggu untuk pemangkasan,setelah bergabung di kelompok dan melakukan kegiatan mesale itu hanya di lakukan satu hari saja dengan bantuan anggota kelompok.”dengan berkelompok kita bisa saling curhat tentang hal yang tidak kita ketahui atau kekurangan kita di dalam berkebun dan bisa juga saling member masukan,” kata Bapak Djekson.

Untuk kegiatan kelompok kakao ini adalah : 

1. Kelompok melakukan kegiatan rutin seminggu sekali yakni pada setiap hari senin minggu berjalan yakni kegiatan mesale (gotong-royng) secara bergantian,yang jadwalnya telah di atur oleh pengurus kelompok

2. Mengikuti pelatihan-pelatihan untuk prningkatan produksi tanaman kakao,dan saat ini secara khusus bagi pengurus setiap bulan secara rutin mengikuti pertemuan di desa mayajaya tepatnya di lokasi pusat pengembangan kakao (CDC) untuk melatih pengurus kelompok bisa menjadi seorang Key Farmer (petani kunci) yabg di harapkan bisa menjadi motivator bagi petani kakao lainnya

3. Selain pertemuan rutin ada pertemuan yang di lakukan jika ada hal yang mendesak yang harus segera di bicarakan untuk kepentingan kelompok

4. Kegiatan yang akan di lakukan di rumah pembibitan kakao yakni kegiatan pembibitan dan sambung pucuk,untuk tahap awal akan di bibit 12.000 bibit kakao

5. Saat ini kelompok membangun jaringan dengan kelompok READ dari desa matialemba kec Pamona timur,Desa Uelene,desa mayajaya,desa pandayora yang berada di kec Pamona selatan serta dengan PT Mars untuk pemasaran bibit kakao dan untuk berbagi pengalaman.

6. Untuk monitoring dan Evaluasi untuk setiap aktivitas / kegiatan kelompok,pembukuan keuangan kelompok di lakukan 3 bulan sekali dan hasilnya di bacakan kepada seluruh anggota kelompok

Di dalam kelompok ini ada rangsangan dana yang di berikan lagi untuk anggota kelompok.Bapak Djekson mendapat kesempatan lagi untuk meminjam dari dana bergulir di kelompok dan mendapat tambahan pinjaman 600.000 dan di gunakan untuk tambahan pembelian pupuik dan obat-obatan

Saat ini,produksi kakao bapak Djekson untuk sekali panen raya mencapai 1-2 Ton atau 2000 kg dengan harga jual 19.000,- per kg.Dengan hasil peningkatan produksi kakao ini sudah memberi perubahan pada kehidupan Bapak Djekson Ewagola sekeluarga.

Untuk program READ ini menurut bapak Djekson beda dengan program-program pemberdayaan lain yang juga masuk di desa kancuu karena program READ langsung bersentuhan dengan masyarakat melalui pendampingan secara rutin oleh Fasilitator desa.

Ada kata penyemangat yang di berikan olerh Bapak djekson ewagola untuk menghadapi hidup ini :
1. Punya kemauan
2. Punya semangat
3. Punya kesabaran/ketekunan

Hal ini sudah di terapkan olej bapak djekson ewagola dan sudah dapat di lihat hasilnya di dalam kehidupan Bapak Djekson Ewagola

***
Netaria Parabu adalah seorang fasilitator Lokal program READ yang ditempatkan di Desa Kancuu. Dengan berbekal pengetahuan yang didapatkan dari Sekolah Perempuan Perdamaian yang difasilitasi AMAN Indonesia

Catatan : Tulisan ini sudah di muat pada buku LPM EQUATOR Bogor pada buku “MERAMBAH LESANG,MENELUSURI JALAN SETAPAK,BUMI SULAWESI TENGAH




No comments:

Post a Comment