Saturday, May 17, 2014

Suka Duka Fasilitator Desa

Di awal Tahun 2011,tepatnya pada bulan februari 2011 saya di tawari pekerjaan untuk menjadi seorang Fasilitator yang nantinya akan di tempatkan di salah satu desa yang masuk program READ.Awalnya saya ragu.Ada beberapa hal yang menjadi kekuatiran saya yakni bahwa saya tidak akan mampu,program pemberdayaan bagi saya masih asing,latar pendidikan saya yang hanya tamatan SMEA,belum ada pengalaman,saya tidak punya kekuatan dan keberanian.Itulah beberapa factor yang membuat saya agak ragu untuk menerima pekerjaan ini,padahal pekerjaan ini saya butuhkan juga.Akan tetapi berkat dorongan dan motivasi dari teman saya yang memperkenalkan program ini saya bersedia dan segera memasukkan berkas sebagai syarat untuk pekerjaan ini.Setelah berkas di masukkan,di sampaikan kepada saya menunggu saja karena bagi yang lolos berkas akan di panggil untuk interviev.

Cerita dari Kancuu, Memberdayakan yang Terpinggir

Konflik Bernuansa SARA yang terjadi berkepanjangan di Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah,membawa cerita kepedihan tersendiri di hati masyarakat kabupaten poso yang mengalaminya.

Demikian juga yang terjadi pada keluarga bapak Djekson Ewagola.Desa Masani,sebagai desa tempat tinggal bapak Djekson Ewagola adalah salah satu desa dari sekian desa yang terkena konflik bernuansa SARA di Kabupaten Poso.Rumah beserta harta benda yang di punyai,dalam sekejap habis begitu saja.

Dengan kepedihan hati,bapak Djekson Ewagola memboyong keluarganya untuk mengungsi menyelamatkan diri,maka Desa Kancuu yang terletak sekitar 110 km dari kota poso yang berada pada kecamatan pamona Timur menjadi tujuan untuk mengadu nasib dari Bapak Djekson Ewagola.